Mengelola risiko investasi P2P

Photo by Jeremy Dorrough on Unsplash

Bagaimana mengelola risiko investasi pinjaman lending

Apakah semua investasi berisiko? Ya, tergantung jenis investasinya, biasanya semakin tinggi tingkat pengembaliannya semakin tinggi risikonya.

Anda memiliki deposito atau pernah membeli saham? Tahukan Anda kalau risiko berinvestasi pada saham lebih tinggi dari risiko deposito?

Adakah investasi yang tingkat risiko berada diantara saham dan deposito? Ada, seperti obligasi dan investasi pada pinjaman P2P.

Tetapi bukankah risiko invetasi pada P2P tinggi? Sama seperti mengelola risiko invetasi saham, kita perlu melakukan langkah-langkah yang hamper sama dalam mengelola risiko investasi pada obligasi dan pinjaman P2P.

Semakin tinggi potensi return semakin tinggi risikonya

Source: Investopedia

Anda pernah mendengar istilah: Don’t put all your eggs in one basket? Artinya adalah, Anda sebaiknya menyebar (diversify) investasi Anda, jika Anda berinvestasi pada saham, Anda harus menyebar investasi pada beberapa saham. Demikian juga jika Anda berinvestasi pada pinjaman P2P, Anda harus menyebar pendanaan Anda ke beberpa pinjaman.

Bahkan, ahli investasi menyarankan, jangan taruh semua investasi anda pada saham, tetapi harus disebar juga ke jenis investasi yang lain seperti depositi, pinjaman P2P, obligasi, bahkan properti.

Don’t put all your eggs in one basket

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Nah, jika anda berinvestasi sebagai pendana pada pinjaman P2P, bagaimana cara Anda melakukan penyebaran risiko ke beberapa pinjaman.

Contoh: Anda memiliki asset untuk investasi sebesar Rp 100 juta, dan anda memutuskan untuk pinjaman P2P sebesar 25% nya atau Rp 25 juta, bagaimana cara menyebarnya?

Anda dapat menentukan jika misalnya pada setiap pinjaman maksimum pendanaannya adalah 10% dari alokasi pada pinjaman P2P atau Rp 2,5 juta.

Dalam pinjaman P2P, Anda sebaiknya mendanai banyak peminjam, sedangkan seorang peminjam akan menerima dana pinjaman dari banyak pendana. Dengan menyebar pendanaan pinjaman Anda sebenarnya sudah melakukan penyebaran risiko.

Bagaimana penyebaran risiko pinjaman P2P dapat mengurangi risiko? Menyambung contoh di atas, misal dana Anda diinvestasi pada pinjaman masing-masing sebesar 2,5 juta. Dengan rata-rata suku bunga 15% p.a., jika satu pinjaman mengalami gagal bayar, maka anda masih mendapatkan hasil sebesar:

Contoh:

Total Pendanaan:     Rp 25 juta:

Gagal bayar:            Peminjam X = Rp 2.5 juta (misal belum ada angsuran sama sekali – worst case)

Sisa dana:                Rp 22.5 juta

Dana yang tersisa: Rp 25.9 juta (termasuk bunga yang diterima)

Pendapatan bunga: Rp 3.4 juta

Perlu diingat, bahwa pinjaman dengan skema pembayaran angsuran memiliki risiko yang lebih kecil. Tetapi jika pinjaman yang Anda danai memiliki agunan, Anda masih mungkin akan mendapatkan dana anda kembali. Kami, iKredo juga menawarkan pinjaman modal kerja dengan agunan fixed asset yang dapat memberikan keamanan yang lebih baik.

Selain itu apakah proses penyebaran investasi susah dilakukan? Kami, iKredo menyediakan fitur AutoLending dimana Anda dapat menentukan alokasi pada setiap pinjaman untuk didanai, selain itu Anda dapat menentukan rating peminjam, suku bunga, tenor bahkan industri yang akan Anda danai. Mulailah mendanai melalui Platform kami iKredo.id untuk dapat mengelola risiko dengan lebih baik.

Be a Happy Lender!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *